7. Pulau Condong
Pulau Condong Sulah atau lebih dikenal dengan Pulau Condong terletak 1 km dari jalur bypass Bandar Lampung – Bakauheni. Pulau ini memiliki potensi alam relatif masih asli, bentuk pulau seperti kerucut mirip kubah dimana seluruh lereng dan permukaan bukit dipenuhi oleh vegetasi hutan pantai, seperti pohon merbau, waru, ketapang, dan sebagainya.
Bagian selatan pulau seperti terbelah yang bisa dijadikan wahana rock climbing, pendakian serta olahraga yang bersifat tantangan alam. Wilayah Sekitar Pulau Condong Sulah, Condong Darat, Condong Laut, digunakan tempat latihan renang, fin swimming, diving, bagi club diving di Bandar Lampung. Sahabat elora akan betah berlama-lama di bibir pantainya karena airnya sangat jernih, sehingga hewan laut seperti ikan-ikan kecil saja sudah bisa terlihat dari permukaan. Bermain-main di pantainya yang putih dan cantik sambil ditemani hawa yang sejuk pun tidak kalah seru. Bagi penggiat fotografi, siap-siap membidik berbagai penjuru. . Bahkan sepertinya tidak perlu kamera yang bagus atau keahlian expert dalam memotret, karena obyeknya benar-benar sudah cantik dari sananya.
8. Teluk Kiluan
Salah satu keistimewaan Teluk Kiluan adalah atraksi lumba-lumba di laut lepas. Pasti banyak dari kita yang sudah melihat lumba-lumba, baik di kebun binatang, akuarium, atau bahkan dari film-film dokumenter. Tetapi saya yakin pasti belum banyak yang melihat lumba-lumba melesat dan menari di laut lepas di habitat asli mereka. Melihat lumba-lumba berenang riang di samping perahu Anda dan mereka dekat di samping perahu kita merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan dan tidak akan pernah terlupakan. Anda bisa menikmati keindahan tarian lumba-lumba di Teluk Kiluan bersama kami.
Di Teluk Kiluan dua jenis lumba-lumba. Spesies pertama adalah lumba-lumba hidung botol (Tursiops Truncatus) dengan badan lebih besar, berwarna abu-abu, dan pemalu. Spesies kedua adalah lumba-lumba paruh panjang (Stenella Longirostris) dengan tubuh lebih kecil dan senang melompat. Kawanan lumba-lumba liar menyelam bebas di bawah laut ditambah dengan pantai berpasir putih dengan latar belakang langit biru jernih merupakan destinasi utama Teluk Kiluan.
Kedua jenis lumba-lumba itu cukup akrab dengan manusia. Lumba-lumba senang mendekati perahu atau kapal yang tengah melintas di laut. Dari jauh, sirip lumba-lumba itu mirip antena kapal selam. Setelah dekat, lumba-lumba pun berloncatan, bergantian menyelam, timbul tenggelam, hampir tidak ada jarak dengan perahu. Mereka seolah berlomba menunjukkan diri kepada manusia dan mudah disentuh. Lumba-lumba itu tampak sangat menggemaskan.
9. Pesisir Kalianda
Kalianda adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Indonesia yang terletak di kaki Gunung Rajabasa, kota kecil yang bersahaja. Kota ini juga terletak di tepi pantai di sepanjang Teluk Lampung.
Ada banyak objek pariwisata di Kalianda, diantaranya Taman Makam Pahlawan Radin Intan II, Pemandian Way Belerang, Pantai Batu Kapal, Pantai Bom yang sekaligus juga sebagai tempat pelelangan ikan, ada juga Pantai Canti, Pantai Gunung Botak atau Pantai Wartawan. Ada juga air terjun atau curug Way Kalam dengan tujuh tingkat air terjunnya. Selain itu ada juga pariwisata di kec. lain seperti wisata Krakatau, Kalianda Resort,Krakatoa, Pantai Merak Belantung, Way Panas Kalianda, Way Belerang Simpur, Pantai Laguna Helau.
Salah satunya adalah Rumah Makan Siang Malam. Rumah makan ini biasanya dijadikan tempat transit bus damri tujuan jakarta dan bandung atau kendaraan bus lainnya. Makanan khas yang biasa di konsumsi masyarakat di kec.Kalianda adalah sayur asam, yang khas bumbunya, seperti cabe,bawang merah, daun salam dan laos. Selain itu ada lalapan seperti pucuk kaju (atau daun muda dari jambu monyet), pucuk heling rasanya manis sepat, sintrong, cempoka, gunda (merupakan tanaman hama yang tumbuh di sawah), pegaga, adas, daun kemangi,petakh (petai), jekhing (jengkol) dan masih banyak lagi.
Kalianda termasuk penghasil durian. Buah durian ini biasanya dijual dipinggir jalan di depan rumah penduduk. Harganya tergantung dari besar kecilnya bauh durian. Di pasar Kalianda, biasanya jika musim durian tiba, banyak sekali penjual durian dengan harga yang cukup murah jika dibandingkan di kota besar. Masyarakat Kalianda termasuk pencinta durian, hingga durian pun diolah menjadi tempoyak dan bisa juga dimasukkan ke dalam kopi panas atau dicampur dengan rujak (disini rujak adalah es buah).
Ikan yang paling enak untuk di bakar adalah ikan tengkurungan. Ikan ini akan sangat mudah di dapat di pasar Kalianda, ditemani dengan sambal khas masyarakat kalianda yaitu sambal seruit. Sambal seruit ini bumbunya sangat sederhana, yaitu cabe rawit, garam, bawang merah, tomat biasa atau lebih enak lagi kalau pakai tomat rampai. Tomat rampai ini bentuknya bulat kecil seperti cerry yang rasanya sangat asam. Bisa juga rampai diganti dengan belimbing tunjuk [belimbing wuluh]. Selain itu, ada juga ikan pai/pe' (ikan pari).Selain ikan Hasil laut tersebut jenis ikan air tawar yang banyak di minati oleh masyarakat kalianda adalah ikan kalang [lele], ikan pelus [Belut].


